
"Sayang anak.. sayang anak.." begitu suara penjual mainan..
Dengan alasan atau menggunakan istilah sayang anak orang-orang tertarik membeli mainan yang terbuat dari plastik, kertas atau besi... bahkan banyak mainan anak seharga gaji menteri...
Kadang kitapun tidak menyadarinya bahwa wujud rasa kasih sayang terhadap anak tidak harus berupa benda... Dengan dalih sayang anak kita membeli sesuatu yang kadang kurang tepat, tidak pas bahkan tidak seharusnya diberkan kepada anak-anak kita.
Kasihan, kalau tidak dibelikan menangis, sayang anakku nanti dijauhi teman-temannya, sayang aja kan saya seharian kerja meninggalkan anak...
Kompensasi rasa sayang berupa kebendaan... bukan wujud rasa sayang yang sesungguhnya dan untuk jangka panjang berdampak kurang bagus. menurut ilmu psikolog pengalihan rasa bersalah kita atau rasa takut tidak bisa membehagiakan anak serta kawatir masa kecil kita terulang ke anak-anak kita.. agar anak-anak bahagia, anak-anak tahu kita sayang mereka kemudian memanjakan mereka dengan berbagai mainan tidaklah tepat. Rasa kasih dan sayang yang dibutuhkan anak-anak adalah pelukan, dekapan, obrolan dari hati kehati,pujian dan perhatian akan tumbuh kembangnya...
bagaimana dengan orang tua yang bekerja... banyak cara untuk mengisi hari-hari libur dengan maksimal... yang penting bukan banyaknya tetapi seberapa berkualitas waktu kita bersama anak...
maukah kita bermain peran, sabar mendengar celotehnya, mendongeng, membacakan buku atau melihat film kartun yang mendidik bersama-sama... dunia anak adalah bermain, bermain dan bermain, tetapi tidak perlu mainan yang banyak dan wah... justru yang terpenting adalah bagaimanan kita memainankan mainan tersebut.. dengan kesederhanaan bisa diciptakan maianan bahkan lebih merangsang kreatifitasnya...
Kemana perginya mobil-mobilan dari kulit jeruk, tembak-tembakan dari pelepah pisang, boneka dari jagung, bermain peran dengan wayang tangkai daun singkong... Kami masih menemukan semua itu di suatu tempat bermain anak di Bogor dan kami bangga akannya...
Semoga kita sebagai orang tua sadar Kasih sayang seperti apa yang sesuai dengan anak-anak kita, jika rasa itu ada maka tidak akan ada korban berjatuhan dikarenakan mainan tembak-tembakan yang membahayakan... semoga cukup dan tidak bertambah.
Atas nama sekolah garasi, turut prihatin untuk para korban mainan anak
Salam sayang,
kepala sekolah
0 komentar:
Posting Komentar