"Aku tuh tidak nakal, aku hanya ingin bermain", kalimat sederhana itu keluar dari mulut mungil Gifari (5 tahun). Dia adalah murid sekolah garasi yang kesehariannya tinggal bersama nenek dan kakeknya. Usai sekolah garasi seringkali Gifari tidak langsung pulang walau guru sekolah garasi selalu berpesan usai sekolah langsung pulang, makan siang dan bobo siang.
Suatu hari Gifari menghilang, paniklah neneknya keliling dan mempertanyakan ke semua orang yang ditemui. Saat ketemu ditumpahkanlah seluruh rasa kesal bahkan diiringi dengan cubitan,"anak nakal, panas-panas bikin orang tua capek dst.." dan munculah kalimat pembelaan seperti yang tertulis diawal cerita ini.
Anak kecil, belum paham akan benar dan salah seperti yang dianut orang dewasa, yang belum tentu benar-benar "salah" atau benar-benar "benar". Sekali lagi dunia anak-anak adalah bermain, bermain dan bermain, hanya perlu aturan dan kesepakatan yang jelas.
Ayah - bunda, sekalian tolong dengar alasan mulut-mulut mungil itu... kepolosan dari nurani adalah kebenaran dan jangan dicemari tapi jagalah kemurniannya..
salam hangat
kepala sekolah
0 komentar:
Posting Komentar