
Semakin sering kita memeluk orang-orang terdekat akan semakin mudah kita berkomunikasi... Semakin sering kita memeluk anak-anak kita semakin mudah kita menasehati mereka. Begitulah inti materi yang disampaikan nara sumber saat acara "Sharing Parenting"
Pikiran melayang kepada film kartun awal tahun 2000-an, yang selalu mengucapkan,"Berpelukkan" setiap bertemu dengan teman-temannya atau saudaranya, ya kartun "Teletubbies". Sampai-sampai kalau ada orang pelukkan kita bilang, "Berteletubbies".
Mari kita beralih kepada diri kita, duhai para orang tua... berapa sering kita memeluk anak-anak kita, atau anak mertua kita? Seberapa sering kita mengatakan bahwa kita sayang dan cinta kepada mereka?
Kita menuntut anak kita baik, sabar, nurut, rajin dan sebagainya tetapi pernahkah kita berpikir sudahkah kita sabar?
Disaat anak melakukan kesalahan sudahkah kita perlakukan sesuai prosinya.. atau kita lansung menyalahkanya... beberapa pertanyaan yang dapat di gunakan saat anak kita melakukan kesalahan diantaranya :
1. Bagaimana perasaanmu
2. Menurutmu bagaimana perasaan orang tersebut
3. Menurutmu bagaimana seharusnya kita (dalam kasus ini)
Jangan lupa posisi kita sejajar dan ada kontak mata... kemudian peluklah di akhir sessi ini.
Didiklah anak-anak kita sesuai masanya... karena masa kita dengan mereka berbeda, anak-anak jaman sekarang menghadapi permasalahan tidak ringan :
1. Serangan Pornografi (internet, games, media)
2. Beban tugas-tugas dari sekolah
3. Beban dari tuntutan atau harapan kita
4. Target pengedar narkoba
5. Penculikan
Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita menolongnya?
Semua itu merupakan ancaman serius abgi anak-anak kita, menjadi orang tua sekarang harus selalu siaga mendampingi buah hatinya.
Saat gunting badan sensor film tidak setajam dulu lagi, saat peraturan pemerintah dibuat tetapi tidak dilaksanakan di kehidupan berbangsa dan bertanah air. Jika bicara pemerintah tidak ada habisnya yang ada malah mengecam dan sakit hati.
Maka langkah yang paling mudah (karena kita yang mengendalikan) adalah membentengi anak-anak kita dengan agama, lingkupnya ; budi pekerti, nilai-nilai kehidupan dan batasan-batasan.
Dimulai dari Ibu karena Ibu adalah "sekolah" bagi anak-anaknya sejak di dalam kandungan, kemudian keluarga inti, dan sekolah. Bagaimana dengan lingkungan masyarakat, saya perhatikan tidak terlalu berpengaruh jika anak-anak kita tidak dibiarkan bergaul secara dekat, hanya tegur sapa secukupnya tidak sampai begerombol atau nongkrong.
Tidak ada sekolahan untuk orang tua jadi kita bingung saat menjadi orang tua, kadang kita tidak sadar telah menjadi orang tua (penulis merasakan seperti itu). Tetapi kondisi ini mau tidak mau harus kita hadapi bahkan untuk saat ini kita musti bersyukur karena banyak sekali informasi baik di internet, atau seminar dengan menawarkan berbagai metode pengasuhan. Memang kita musti selekif karena tidak semua metode bisa diaplikasikan pada keluarga kita.
Apapun itu, dari manapun itu, kebutuhan anak-anak kita adalah, pelukkan kita, dekapan hangat keluarga, rengkuhan dengan sepenuh rasa, dan yang penting ajarkan :
1. Cinta
2. Kasih sayang
3. Kelembutan
4. Komunikasi
5. Disiplin
6. Konsistensi
Jangan lupakan anak mertua (pasangan hidup) kitapun butuh pelukan, ungkapan rasa cinta kasih. Semakin kita sering memeluk orang-orang yang kita sayangi akan semakin mudah kita berkomunikasi, jika tidak percaya coba saja....
Semoga anak-anak kita menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah, dan langkah-langkah kita dalam mendidik mereka di rahmati Allah.
Peluk hangat
Sari Hidayati
Umu Hafara
ctt : sumber dari hj. Susilowati
0 komentar:
Posting Komentar