Sekarang untuk mendapatkan buku sangat mudah dan mudah, jika di bandingkan jaman kakek,nenek, bapak dan ibu kita dulu sekolah.
Karena sangat murah dan mudah entah mengapa isinya pun kalau tidak selektif ikut murahan dan tdk berkualitas bahkan bisa membahayakan. Buku-buku dongeng, cerita anak-anak yang berisikan pesan moral kadang dalam metode dan cara penuturannya tidak pantas untuk di konsumsi anak-anak.
Lalu bagaimana sikap orang tua? apakah melarang anak-anak membaca buku?? wah ya tidak se ekstrim itu karena buku adalah alternatif pilihan baik di tengah gempuran media digital mulai dari PS, PSP, Games dan tv yang semuanya memiliki efek negatif. memang sangat disayangkan jika bukupun memiliki efek yang sama. Walau emmang sejak jaman dulupun buku-buku yang berisi kisah pornografi marak di tahun 70-80 dengan kualitas kertaspun berbanding lurus dengan kualitas isi.
So gimana donk?? tetap tanamkan budaya membaca pada putra-putri kita, tetapi dampingi dalam memilih buku seleksi sebelum membeli dan buku-buku pelajaranpun jika tidak berkenan bisa menyampaikan kepada pihak sekolah... Saat anak saya kelas 1 SD pernah menulikan pesan kepada ibu guru bahwa buku pelajaran agama layak di evaluasi berkenaan dengan penulisan Allah yg tdk memakai huruf besar di awal juga beberapa tulisan lain yg seharusnya menggunakan huruf besar. Alahmdulilalh pihak sekolah tanggap dan berpindah penerbit untuk buku paket yang dipakai (buku paket dipijami dari sekolah setahun saat kenaikan kelas dikembalikan).
Tulisan ini terinspirasi dari kasus buku pelajaran yang tidak pantas untuk anak SD yang tersebar di media massa. Alahmdulillah masih banyak yang peduli dilihat dari banyaknya yang posting di FB.
Semoga kita semua sebagai orang tua dapat menampingi putra-putri kita dari bahaya yang mengancam moral dan spiritual generasi penerus bangsa yang sangat berharga...
Smeoga Allah melindungi negeri ini dari bahaya bebasnya arus informasi negative di era globalisasi
Salam pendidikan
Shp
lampiran kasus buku
http://news.detik.com/read/2012/04/12/111234/1890699/10/ortu-murid-kelas-2-sd-pun-protes-soal-bang-maman-istri-simpanan
0 komentar:
Posting Komentar