
Sedang asyik mengajar tiba-tiba ada seorang ibu berkata sedikit keras,"Bego loe! gitu aja tidak bisa... loe bisanya apa". MasyaAllah, mau tidak mau perhatian teralihkan dan disampaikan kepada ibu tersebut untuk tidak emngulangi kembali kata-kata tersebut karena ucapan ibu adalah do'a. Kejadian tersbeut memang tidak sering di kelas garasi tetapi seringkali kami jumpai di rumah-rumah petak bahkan di mal-mal tempat orang-orang kaya. bahkan seringkali ucapan "Bego loe" disertai jengkitan, atau toyoran di kepala anak tersebut, sedih dan prihatin jadinya. Dalam kamus Bahasa Indonesia kata "Bego" artinya, sangat bodoh/tolol.
Bagaimana akan tercetak generasi cerdik pandai jika setiap hari anak-anak disirami dengan kata-kata negatif, yang bisa merupakan sumpah atau kutukan dari orang tua terhadap anak tersebut. Ingat kisah Malin Kundang kutukan ibu merupakan do'a dan terkabulkan.
Anak-anak tidak bisa memilih dari rahim siapa mereka lahir, tetapi mereka berhak mendapat kasih sayang, perhatian dan do'a-do'a kebaikan. Mereka adalah generasi penerus kita, mereka tumpuan di hari tua dan tabungan akhirat kita.
MARI BERALIH SEJENAK
Mungkin diantara kita tidak asing lagi dengan do'a untuk orang tua yang sedari kecil sudah diajarkan baik disekolah umum maumpun sekolah islam terpadu. Sekedar mengingat sejenak mari kita baca dan tadaburi do'a dibawah ini :
"ROBBIGHFIRLII WA LIWAALIDAYYA WARHAMHUMAA KAMAA ROBBAYAANII SHOGHIIROO"
artinya : Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan dosa kedua orangtuaku, kasihinilah mereka sebagaiamana mereka telah mengasihiku di waktu kecil.
Sejenak mari kita mencermati makna atau kandungan dari do'a diatas, terutama pada kalimat "...Kasihilah mereka sebagaimana MEREKA TELAH MENGASIHIKU DI WAKTU KECIL". Sadar atau tidak sadar do'a tersebut di panjatkan anak-anak kita, dan arti dari do'a tersebut adalah untuk kita para orang tua. Maksudnya,pada kalimat tersebut Allah akan mengasihi (kita) sebagai orang tua seperti halnya kita mengasihi mereka pada sekarang ini disaat mereka masih kecil, seperti apa kita mengasihi mereka.
Sadar atau tidak kita telah menanam, dan kita akan menuai nanti. Jika kita melihat orang terlantar di hari tuanya, anak membentak-bentak orang lanjut usia karena jalannya tertatih, karena pendengaranya kurang atau bicaranya tidak nyambung lagi. Mari kita ingat kembali do'a yang dipanjatkan anak-anak kita di atas.
Akankah kita menuai hal yang sama.. Na'udzubillah... mari bapak - Ibu kita sentuh anak-anak kita, buah hati belahan jantung dengan kalimat indah, kalimat positif dan penuh motivasi. Mari kita cetak generasi yang menyejukkan mata dengan do'a-do'a kita, terutama padamu Ibu... karena Ibu adalah sekolah bagi anak-anaknya...
Salam sayang
kepala sekolah
* terinspirasi murid sekolah garasi*
0 komentar:
Posting Komentar